Mulai dari Pekerjaan Berulang
Automation paling mudah dimulai dari pekerjaan yang dilakukan berulang, punya pola jelas, dan sering memakan waktu tim.
Contohnya: rekap order, follow-up customer, update status, reminder pembayaran, atau laporan harian.
Petakan Input dan Output
Sebelum memilih tool, tulis dulu:
- Data apa yang masuk.
- Siapa yang mengisi data.
- Ke mana data harus dikirim.
- Output apa yang dibutuhkan.
- Kapan proses dianggap selesai.
Buat Versi Manual yang Rapi
Jika versi manual masih berantakan, automation akan ikut berantakan. Rapikan dulu format data, nama status, dan alur approval.
Tentukan Trigger
Trigger adalah kejadian yang memulai automation. Bisa berupa form masuk, status berubah, jadwal harian, atau pesan dari customer.
Checklist Singkat
- Pilih satu workflow kecil dulu.
- Pastikan data input konsisten.
- Tentukan trigger dan output.
- Uji dengan beberapa skenario nyata.