AutomationPemula

Membuat Workflow Automation Sederhana

Panduan memetakan pekerjaan berulang agar bisa diubah menjadi workflow automation yang lebih rapi.

28 Juni 202611 menitAutomation / Workflow / Operasional

Mulai dari Pekerjaan Berulang

Automation paling mudah dimulai dari pekerjaan yang dilakukan berulang, punya pola jelas, dan sering memakan waktu tim.

Contohnya: rekap order, follow-up customer, update status, reminder pembayaran, atau laporan harian.

Petakan Input dan Output

Sebelum memilih tool, tulis dulu:

  • Data apa yang masuk.
  • Siapa yang mengisi data.
  • Ke mana data harus dikirim.
  • Output apa yang dibutuhkan.
  • Kapan proses dianggap selesai.

Buat Versi Manual yang Rapi

Jika versi manual masih berantakan, automation akan ikut berantakan. Rapikan dulu format data, nama status, dan alur approval.

Tentukan Trigger

Trigger adalah kejadian yang memulai automation. Bisa berupa form masuk, status berubah, jadwal harian, atau pesan dari customer.

Checklist Singkat

  • Pilih satu workflow kecil dulu.
  • Pastikan data input konsisten.
  • Tentukan trigger dan output.
  • Uji dengan beberapa skenario nyata.
Tutorial Terkait

Lanjutkan belajar.